Iklan

merasa selalu diawasi oleh Allah

Admin Sambil Ngaji
Senin, 31 Juli 2023, Juli 31, 2023 WIB Last Updated 2023-08-06T23:05:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Foto: Pixabay.com


STAMEDIA.MY.ID - Salah satu sikap yang harus dimiliki dan tertanam dalam hati seorang muslim adalah merasa selalu diawasi oleh Allah swt. Apalagi Allah swt sendiri menyatakan segala sesuatu itu tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya,

 

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخۡفٰى عَلَيۡهِ شَىۡءٌ فِى الۡاَرۡضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ

 

Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.[1]

 

Kemudian, sikap merasa selalu diawasi oleh Allah swt tersebut kita kaitkan dengan nasihat Rasulullah saw dan sikap para sahabat, yaitu: bertakwa kepada Allah dimanapun kita berada, jangan remehkan dosa, dan Allah itu cemburu kepada orang-orang yang bermaksiat.

 

1. Bertakwa Kepada Allah Dimanapun Kita Berada

 

عَن أَبِي ذَرٍّ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ، وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

 

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah , beliau bersabda:

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan amal kebaikan maka dia akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”[2]

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi [1987] dan beliau berkata, “Hadits hasan,” dalam naskah lain, “Hasan shahih.”

 

2. Tidak Meremehkan Dosa

 

عنْ أَنَس رضي اللَّهُ عنه قالَ : « إِنَّكُمْ لَتَعْملُونَ أَعْمَالاً هِيَ أَدقُّ في أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، كُنَّا نَعْدُّهَا عَلَى عَهْدِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مِنَ الْمُوِبقاتِ » رواه البخاري . وقال : « الْمُوبِقَاتُ » الْمُهْلِكَاتُ .

 

63. Keempat: Dari Anas radhiyallahu anhu, katanya: “Sesungguhnya engkau semua pasti melakukan berbagai amalan -yang diremehkannya sebab dianggap dosa kecil-kecil saja-, yang amalan-amalan itu adalah lebih halus -lebih kecil- menurut pandangan matamu daripada sehelai rambut. Tetapi kita semua di zaman Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menganggapnya termasuk golongan dosa-dosa yang merusakkan -menyebabkan kecelakaan dan kesengsaraan-.” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan ia mengatakan bahwa arti Almubiqat ialah apa-apa yang merusakkan.[3]

 

3. Allah Cemburu kepada Orang yang Berbuat Maksiat

 

عَنْ أبي هريْرَةَ ، رضي اللَّه عنه ، عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَغَارُ ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ تَعَالَى ، أنْ يَأْتِيَ الْمَرْءُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ » متفقٌ عليه .و « الْغَيْرةُ » بفتح الغين : وَأَصلهَا الأَنَفَةُ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu cemburu dan kecemburuan Allah Ta’ala itu ialah apabila seorang manusia mendatangi -mengerjakan- apa-apa yang diharamkan oleh Allah atasnya.”`[4]


Oleh:  Waskito Hartono, S.Th.i

Anggota Majelis Tabligh PCM Banjarsari dan Pengajar di Pondok Pesantren At-Tajdid Banjarsari, Ciamis.

 



[1] QS. Ali Imran: 5

[2] HR. At-Tirmidzi, Hasan Shahih. Riyadus Shalihin hadis no 61, hal 36.

[3] HR. Al-Bukhari. Riyadus Shalihin hadis no 63, hal 36.

[4] HR. Al-Bukhari & Muslim, Riyadus Shalihin hadis no 64, hal 36.

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+