![]() |
| Foto: Pixabay.com |
STAMEDIA.MY.ID - Salah satu sikap yang
harus dimiliki dan tertanam dalam hati seorang muslim adalah merasa selalu
diawasi oleh Allah swt. Apalagi Allah swt sendiri menyatakan segala sesuatu itu
tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya,
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخۡفٰى
عَلَيۡهِ شَىۡءٌ فِى الۡاَرۡضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ
Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di
langit.[1]
Kemudian, sikap merasa selalu diawasi oleh Allah swt tersebut kita
kaitkan dengan nasihat Rasulullah saw dan sikap para sahabat, yaitu: bertakwa
kepada Allah dimanapun kita berada, jangan remehkan dosa, dan Allah itu cemburu
kepada orang-orang yang bermaksiat.
1. Bertakwa Kepada Allah Dimanapun Kita Berada
عَن أَبِي ذَرٍّ جُنْدُبِ
بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:اتَّقِ
اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا،
وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ، وَقَالَ حَدِيثٌ
حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin
Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, iringilah
keburukan dengan amal kebaikan maka dia akan menghapusnya, dan pergaulilah
manusia dengan akhlak yang baik.”[2]
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi [1987] dan beliau berkata, “Hadits
hasan,” dalam naskah lain, “Hasan shahih.”
2. Tidak Meremehkan Dosa
عنْ أَنَس رضي اللَّهُ عنه
قالَ : « إِنَّكُمْ لَتَعْملُونَ أَعْمَالاً هِيَ أَدقُّ في أَعْيُنِكُمْ مِنَ
الشَّعَرِ ، كُنَّا نَعْدُّهَا عَلَى عَهْدِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ
وسَلَّم مِنَ الْمُوِبقاتِ » رواه البخاري . وقال : « الْمُوبِقَاتُ »
الْمُهْلِكَاتُ .
63.
Keempat: Dari Anas radhiyallahu anhu, katanya: “Sesungguhnya engkau
semua pasti melakukan berbagai amalan -yang diremehkannya sebab dianggap dosa
kecil-kecil saja-, yang amalan-amalan itu adalah lebih halus -lebih kecil-
menurut pandangan matamu daripada sehelai rambut. Tetapi kita semua di zaman
Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menganggapnya termasuk golongan dosa-dosa
yang merusakkan -menyebabkan kecelakaan dan kesengsaraan-.” Diriwayatkan
oleh Imam Bukhari dan ia mengatakan bahwa arti Almubiqat ialah apa-apa yang
merusakkan.[3]
3. Allah Cemburu kepada Orang yang Berbuat Maksiat
عَنْ أبي هريْرَةَ ، رضي
اللَّه عنه ، عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : إِنَّ اللَّهَ
تَعَالَى يَغَارُ ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ تَعَالَى ، أنْ يَأْتِيَ الْمَرْءُ مَا
حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ » متفقٌ عليه .و « الْغَيْرةُ » بفتح الغين :
وَأَصلهَا الأَنَفَةُ .
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi
wasalam, sabdanya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu cemburu dan
kecemburuan Allah Ta’ala itu ialah apabila seorang manusia mendatangi
-mengerjakan- apa-apa yang diharamkan oleh Allah atasnya.”`[4]
Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i
Anggota Majelis Tabligh PCM Banjarsari dan Pengajar di Pondok Pesantren At-Tajdid Banjarsari, Ciamis.



