Ketika kita sakit, kita segera mengunjungi dokter. Untuk menjadi pintar, kita belajar dengan tekun. Dan untuk meraih kekayaan, kita bekerja keras.
Pernyataan tersebut tidaklah salah. Islam mengakui adanya sebab akibat dan usaha. Namun, Islam juga menekankan pada keterlibatan Allah yang tak terhingga.
Dalam zaman modern seperti sekarang, seringkali kita lupa akan keterlibatan Tuhan. Kita cenderung mengandalkan diri sendiri, tanpa memperhitungkan peran Allah dalam hidup kita. Inilah yang perlu kita perbaiki.
Mari libatkan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Alam semesta ini tercipta atas kehendak dan pengaturan-Nya. Allah juga menjanjikan untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Rabbmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Al-Mu’min/Ghafir/40: 60)
Ingatlah, segala yang kita miliki, seperti kesembuhan, kecerdasan, rezeki, semuanya adalah anugerah dari Allah. Sehebat apapun dokter yang kita temui, jika Allah tidak memberikan kesembuhan, kita tidak akan sembuh.
Kembali pada peran Allah yang tak terbatas oleh ruang dan waktu, melampaui pemahaman manusia yang terbatas.
Maka dari itu, janganlah terlalu bergantung pada diri kita yang rapuh ini. Mari kita kolaborasikan usaha dan doa. Sempatkanlah waktu untuk berdoa kepada Allah atas segala harapan dan keinginan kita.
Doa adalah kekuatan yang luar biasa. Allah menerima doa kita, baik secara langsung maupun dengan bahasa apapun. Jangan meremehkan kekuatan doa dalam meraih keberhasilan hidup.
Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i


