STAFMEDIA.MY.ID - Terkadang ketika ingin merintis suatu perubahan. Pikiran kita selalu kepada sesuatu yang besar atau yang wah. Padahal sejatinya, merintis perubahan itu harus dimulai dari perubahan kecil yang berkelanjutan.
Apalagi, sesuatu yang besar itu sejatinya diawali dari yang kecil. Layaknya bola salju yang menggelinding ke bawah. Awalnya kecil lalu lama-lama besar.
Pemahaman Terhadap Perubahan dalam Islam
Islam secara secara gamblang menyatakan bahwa perubahan suatu kaum itu tergantung pada perubahan setiap individu dalam kaum tersebut. Ketika setiap individu di dalamnya menjadi baik, maka secara komunal tentu menjadi baik pula.
Begitu juga sebaliknya. Jika setiap individu buruk pada suatu kaum. Maka, secara komunal akan mengalami perubahan yang buruk pula.
Hal ini tertuang dalam firman Allah sebagai berikut:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ
Artinya: ... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri... (QS. Ar-Ra'd: 11).
Sehingga, ketika kita ingin memperbaiki keadaan di masyarakat dengan suatu perubahan. Perlu, upaya yang diawali kita lalu mengajak orang lain untuk melakukan perubahan.
Allah Lebih Menyukai Perubahan Kecil yang Berkelanjutan
Perlu kami tegaskan, perubahan signifikan yang Islam ajarkan itu bukanlah perubahan yang rapuh. Dimana diawal terlihat besar, namun mudah hilang dikemudian hari.
Oleh karena itu, perubahan signifikan yang Islam ajarkan adalah perubahan yang berkelanjutan. Walaupun itu harus dimulai dari yang kecil. Dimana sabda Rasulullah saw telah menegaskan hal itu dalam sabdanya sebagai berikut:
Dari ’Aisyah ra, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim no. 783).
Bila diberikan contoh. Ketika kita ingin menjadi pribadi yang dekat dengan Al-Qur'an. Jangan biarkan kita tiba-tiba membaca dalam sehari Al-Qur'an 3 juz sekaligus. Sehingga menjadi lelah dan tidak lanjut.
Tapi mulailah berkomitmen dari satu halaman dulu. Bila ini menambah jumlah bacaan perharinya, maka mulailah dari menambah sedikit-sedikit.
Puncak Kejayaan Islam diawali dari Penerjemahan Beragam Karya Ke Bahasa Arab
Perlu kita pelajari, bersama juga bahwa kejayaan Islam tempo dulu, tentu diawali dari langkah-langkah kecil namun berkelanjutan. Dimana karya-karya peradaban lain seperti Yunani, Romawi, India, bahkan Cina yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab itu menurut kami adalah langkah-langkah kecil yang dimaksud.
Sehingga, proses penerjemahan tersebut menjadi pintu masuk bagi para sarjana muslim untuk membangun pondasi kejayaan Islam. Dimana ilmu pengetahuan yang di dapat dari terjemahan tersebut, dipelajari dan dikembangkan.
Hasilnya, beragam kemajuan yang berada dalam peradaban tertentu. Diambil oleh para sarjana muslim, lalu dikembangkan menjadi bentuk tersendiri. Sehingga dan sejarahnya, peradaban Islam bukan hanya menerjemahkan tapi juga memiliki kontribusnya sendiri dalam perkembangan peradaban manusia.
Kesimpulan
Oleh karena itu, mari kita merintis perubahan signifikan itu dari yang kecil namun berkelanjutan. Bersabarlah sedikit, tapi kuatkanlah komitmen untuk menambah kebaikan. Sehingga dari pondasi-pondasi kecil itulah, kita bisa mengejar ketertinggalan.
Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i


