Iklan

Menumbuhkan Kehidupan Harmonis: Saling Membesarkan dalam Perspektif Islam

Admin Sambil Ngaji
Rabu, 20 Desember 2023, Desember 20, 2023 WIB Last Updated 2023-12-22T08:08:42Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Islam, sebagai jalan hidup yang dianut, mengajarkan untuk membangun harmoni dalam segala hal, baik antara sesama Muslim maupun dengan non-Muslim.

Untuk itu, menumbuhkan kehidupan harmonis melalui saling membantu merupakan suatu keharusan.

A. Konsep Saling Membesarkan dalam Islam

Dalam Islam, konsep saling membantu dapat diwakili dengan kata 'ta'awun' (tolong-menolong). Namun, Islam menetapkan batasan yang tegas terkait 'ta'awun'. Tidak semua hal dapat ditolongi.

Al-Qur'an menekankan bahwa kita diperintahkan untuk saling membantu dalam perbuatan baik dan ketaatan kepada Allah. Namun, Islam melarang tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Ayat Al-Qur'an yang menyinggung 'ta'awun' adalah sebagai berikut:

 "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al-Mai'dah: 2).

Jelas bahwa saling membantu dalam Islam dibatasi pada kebaikan dan ketaatan. Sedangkan dalam konteks dosa dan pelanggaran, tidak dibenarkan. Bahkan, kita diperintahkan untuk menjauhinya.

B. Pondasi Saling Membesarkan dalam Islam

1. Saling Membesarkan dalam Islam: Dua Arah

   Saling membantu haruslah timbal balik. Tidak cukup hanya memberi dukungan atau dorongan dari satu sisi tanpa respon yang seimbang dari pihak lain.

2. Saling Membesarkan hanya dalam Ketaatan

   Upaya saling membantu yang tidak didasari ketaatan kepada Allah akan sia-sia. Bahkan, bisa berujung pada konflik di akhirat.

Al-Qur'an menjelaskan situasi tersebut:

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf: 67).

Ahli Tafsir At-Thabari menjelaskan bahwa orang yang saling bersahabat atas dasar maksiat di dunia, di hari kiamat akan bermusuhan, kecuali mereka yang bersahabat atas dasar takwa kepada Allah.

Kesimpulan

Islam mendorong saling membantu, tetapi harus berdasarkan ketaatan kepada Allah dan bersifat timbal balik. Fokus hanya pada diri sendiri atau melanggar larangan agama tidak akan memperkuat keharmonisan, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga bermanfaat.

Waskito Hartono, S.Th.i

Kampus SMK Muhammadiyah Banjarsari, Ciamis. (20/12/2023)

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+