Berupaya menjadi lebih taat dalam ibadah seringkali disambut dengan komentar yang kurang mengenakkan seperti 'tumben'. Namun, untuk bergerak dari keadaan malas atau maksiat ke arah ketaatan, dibutuhkan usaha yang besar.
Lebih baik kita tidak terlalu memperhatikan komentar "tumben" yang mengganggu. Lebih baik kita fokus pada peningkatan ketenangan dalam beribadah.
Ketenangan Jiwa adalah Anugerah
Salah satu keutamaan beribadah adalah menemukan ketenangan dan ketentraman dalam hati. Allah berfirman, "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd [13]: 28).
Para sahabat menjadi teladan dalam keteguhan mereka, meskipun dihadapkan pada cobaan dan siksaan. Contohnya adalah Bilal bin Rabah yang tetap teguh dalam keyakinannya meskipun disiksa.
Fokus pada Tujuan Beribadah
Penting untuk mempertahankan fokus pada tujuan beribadah kepada Allah, bukan terpengaruh oleh komentar negatif. Allah berfirman, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).
Kualitas Ibadah adalah Kunci
Jika belum selevel dengan orang-orang yang sangat taat, teruslah meningkatkan kualitas ibadah secara bertahap. Allah lebih menyukai amalan yang berkelanjutan, meskipun sedikit. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, "Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." (HR. Muslim no. 783).
Kesimpulan
Saat ditantang oleh komentar 'tumben' dalam upaya taat beribadah, ingatlah bahwa tujuan kita adalah beribadah kepada Allah semata. Lebih baik fokus pada peningkatan yang berkesinambungan daripada menanggapi komentar negatif. Tantangan komentar buruk tersebut tidak sebanding dengan kesabaran yang diperlihatkan oleh para sahabat dalam taat kepada Allah.
Waskito Hartono, S.Th.i
Artikel ini ditulis di rumah sederhana di tengah gang di Banjarsari, Ciamis. Jumat, 22 Desember 2023.


